Dalam Warta Minggu lalu di sebutan bahwa tanda dari hidup dalam terang adalah kita harus tidak malas.
Kebangkitan atau bangkit itu tanda dari seseorang yang mau hidup dalam terang. Orang yang hidup dalam terang adalah orang siang. Bukan orang yang tidur. FirmanTuhan berkata bahwa kita adalah orang siang
Mengapa orang malas tidak bisa bangkit / arise?
Amsal 18: 9 “Orang yang bermalas- malas dalam pekerjaanya sudah menjadi Saudara Dari si perusak”
Hidupnya tidak menghasilkan. Orang malas bukan saja menjadi tidak berbuah, bahkan akan merusak apa yang sudah ada.
Suatu benda yang berharga diberikan kepada orang malas, maka lama kelamaan benda mahal tersebut. Bisa rusak karena orang tersebut malas untuk merawatnya.
Rumah bagus yang dihuni oleh orang malas atau rumah tersebut di titipkan kepada orang malas untuk tinggal di rumah tersebut. Tidak lama rumah tersebut bisa rusak dan lama kelamaan bisa runtuh.
Pengkotbah 10:18 “Oleh karena kemalasan runtuhlah atap dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah”.
Tanda dari orang malas kalau orang tersebut hanya berputar putar ditempat tidur – do nothing. Akhirnya bisa timbul pikiran pikiran yang sia- sia. Seharusnya kalau sudah demikian, ambil inisiatif untuk bangkit – do something good for themself and for God.
Jangan hanya sampai kepada keinginan, cita-cita, angan-angan, mimpi. Tidak buat planning / perencanaan, and make action to build what The Lord already put in one”s person hear.!
Amsal 26:13-16:
Berkatalah si pemalas: “Ada singa di jalan! Ada singa di lorong. Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya. Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, tetapi ia terlalu lelah untuk mengembalikannya ke mulutnya. Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak dari pada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana