Karena kita mau hidup dalam terang maka kita pun harus bangkit dan membangun.
Terang selalu berbuah – buah kebaikan , keadilan Dan kebenaran.
Hidup dalam terang harus berbeda dengan hidup dalam kegelapan Dulu kita hidup dalam gelap sama seperti yang di tulis di Efesus 5:8 “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan”. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang .
“Jangan lagi hidup sama seperti orang-orang yang tidak mengenaliNya Allah dengan pikiran yang sia-sia, dan pengertian yang gelap, jauh dari persekutuan dengan Allah, karena
kebodohan yang Ada di dalam mereka Dan karena kedegilan hati mereka” (Efesus 4: 17-18).
Orang yang komitmen untuk hidup dalam terang adalah orang siap untuk “BANGKIT”. Bukan hanya sesaat saja terlihat bangkit namun sementara itu tidak mengembang untuk dapat bertahan hidup dalam terang maka kebangkitan tidak akan berjalan lama – hanya sesaat saja .
Hidup dalam terang bisa hanya jadi slogan saja karena tidak ada usaha yang sungguh-sungguh untuk dapat membangun manusia rohani yang kuat, mendalam dengan firman dan hubungan dengan Roh Kudus. Sehingga akan menimbulkan ketahanan mental dan ketabahan Kristus di hati untuk terus mau membangun manusia Roh dan juga berkarya dengan menggali potensi-potensi ilahi dalam hidup kita – untuk menghasilkan karya yang besar dan bernilai kekekalan.
Ketika di Surga kita sudah tidak perlu lagi mengembangkan potensi karena di Surga telah tinggal menikmati kekekalan bersama dengan Bapa, Putra Dan Roh Kudus. Potensi harus di kembangkan selama kita di bumi.